Mimpi ditampar—khususnya di wajah—dimaknai sebagai bentuk "panggilan keras" dari alam bawah sadar agar pemimpi sadar pada kenyataan yang selama ini dihindari. Tradisi tafsir mimpi memandang tamparan sebagai simbol kejut—peringatan halus tapi tegas tentang sesuatu yang sangat penting namun terabaikan.
Mimpi ditampar oleh sosok yang dihormati seperti orang tua atau guru sering ditafsirkan sebagai teguran tentang sikap atau keputusan yang sedang diambil. Pemimpi yang justru merasa lega setelah ditampar dalam mimpi dimaknai sebagai sinyal bahwa hatinya sebenarnya butuh "dibangunkan" dari kondisi mati rasa.