Lorong dalam mimpi—terutama lorong panjang, gelap, atau berkelok—sering ditafsirkan sebagai masa transisi yang harus dilalui pemimpi dengan kesabaran. Penafsir tradisional melihat lorong sebagai simbol proses yang tidak selalu terlihat akhirnya, tetapi pasti membawa pemimpi keluar ke tempat yang lebih terang. Pemimpi yang sedang menghadapi masa sulit yang panjang sering mendapatkan mimpi ini.
Lorong yang terang dan bersih ditafsirkan sebagai proses yang relatif lancar, sedangkan lorong yang gelap atau menyeramkan dianggap peringatan bahwa pemimpi perlu mencari bekal batin tambahan sebelum melanjutkan. Sebagian penafsir mengaitkan mimpi lorong dengan rasa kesepian yang harus dilewati sendirian. Dalam erek-erek, angka lorong dipasang bersama angka mimpi gua atau mimpi gang.